Sabtu, 07 Januari 2012

Pemberian vitamin, mineral dan obat-obatan untuk meroati balap

Kendati makanan dan minuman sehari-hari juga terdapat kan¬dungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan merpati, vitamin serta mineral masih harus diberikan. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kekurangan vitamin dan mineral.

Kebutuhan vitamin dan mineral sangat penting untuk mening¬katkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, memperkuat otot, memperlancar metabolisme tubuh, dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Vitamin yang dibutuhkan sesuai kebutuhan meliputi vitamin A (menyehatkan dan mempertajam penglihatan mata), B kompleks (memperkuat otot dan saraf, meningkatkan daya tahan tubuh, nafsu makan, dan kemampuan terbang serta mempertahankan sel darah merah), C (menyehatkan kulit), D (membantu pertumbuhan tulang dan bulu), E (memperkuat otot dan jaringan tubuh), dan K (mempercepat pembekuan darah).

Sementara mineral yang diperlukan meliputi fosfor (P), ferum (Fe), ,iodium (I), kalsium (Ca), kuprum (Cu), mangan (Mn), dan seng (Zn). Mineral-mineral tersebut sangat membantu pembentukan hemoglobin dan hormon, metabolisme tubuh, menumbuhkan otot, membentuk sel darah merah, memperkuat otot jantung, menumbuhkan tulang kerangka, menumbuhkan badan, serta mengaktifkan organ.

Pemberian vitamin dan mineral dapat dicampur dengan makanan sehari-hari. Bila pakannya berupa biji-bijian sementara mineral yang akan diberikan berupa bubuk, pencampuran dapat dilakukan dengan dicampur minyak ikan atau madu. Pencampuran ini sekaligus juga untuk menambahkan vitamin.


Sementara untuk obat-obatan sebaiknya diberikan saat diper¬lukan saja, misalnya dalam kondisi sakit, menjelang lomba, atau selesai lomba agar dapat menghilangkan rasa lelah. Misalnya diberikan obat antistres seusai mengikuti lomba atau perjalanan jauh. Hal ini untuk mengantisipasi agar kesehatan burung tidak terganggu.

Obat-obatan yang diberikan biasanya hasil ramuan sendiri, berupa ramuan rempah-rempah yang ditambah madu dan kuning telur. Selain itu, ada juga yang menggunakan tambahan obat-obatan yang biasa digunakan manusia hanya saja dosisnya harus lebih kecil atau membeli obat-obatan yang sudah jadi, misalnya Rudal, Canary Post, Supervit Drops, serta obat antistres yang banyak dijual di toko-toko obat dan makanan burung.

Joki harus tau gaya terbang merpatinya

Mengetahui secara persis gaya terbang merpati yang dijoki merupakan faktor yang sangat penting bagi joki. Pada kondisi apa pun joki mampu mengetahui berada di posisi mana merpatinya. Dengan mengetahui posisi merpati balap -saat menuju garis finis- joki bisa beraksi untuk mengantisipasi kedatangan dan siap menerimanya.

Pemahamanan joki terhadap gaya terbang merpati balap bermanfaat untuk mengantisipasi jika terdapat dua merpati balap yang sama warna dan ketinggian terbangnya. Kesamaan ini memang sangat merepotkan joki untuk menentukan yang mana merpati balapnya. Dari sekian banyak kesamaan tentu terdapat sedikit perbedaan yang menjadi kebiasaan merpati yang dijokinya. Bila sudah mengenal betul merpatinya, joki tentu tidak akan kesulitan menentukan di mana burung yang dijokinya berada.

Mengetahui secara detail tentang gaya terbang dan kebiasaan hinggap di tangan dapat dilakukan saat latihan. Dalam latihan tidak hanya sekadar menjoki. Namun, harus benar-benar mengamati gaya terbang serta kebiasaan sekecil apa pun yang dilakukan merpati balap mulai dilepas (oleh pelepas) hingga sampai di tangan joki.

Gerakan badan dan tangan joki merpati

Gerakan tangan saat mengayunkan merpati betina ternyata juga berpengaruh pada kecepatan terbang merpati balap (jantan). Semakin pelan ayunannya biasanya merpati saat hinggap di tangan juga lamban. Justru merpati akan semakin berpacu jika gerakan ayunan joki semakin cepat. Kecepatan yang dimaksud tentu tidak asal cepat dan kasar, tetapi gerakan ayunannya tidak kaku. Meskipun cepat, tetapi masih terasa santai dan kokoh dalam menerima merpati.

Bentuk ayunan yang baik harus dirasakan merpati sejak lati¬han. Begitu pula cara joki menerimanya. Dengan demikian, diharapkan ketika lomba, merpati sudah tidak ragu dan tidak meleset saat hinggap di tangan meskipun dengan kecepatan tinggi.

Banyaknya merpati yang adu kecepatan terkadang juga masih membingungkan joki. Apalagi jika terjadi persaingan ketat dan saling tempel. Untuk mengantisipasi kedatangan dari berbagai penjuru, joki dituntut mempunyai refleks yang cepat. Kebanyakan joki joki yang kurus atau ideal (antara tinggi dan berat badannya) sangat cocok dibanding yang berbadan gemuk.